1. Linux merupakan sistem operasi FULL 32-bit. Tak ada kode 16-bit atau campuran keduanya dalam setiap aplikasinya, sehingga kemungkinan adanya crash antar aplikasi kecil sekali.
2. Kebanyakan, mesin-mesin UNIX(TM) dan varian-variannya mempunyai sifat preemptive multitasking.
3. Multiuser, yaitu lebih dari satu orang dapat menggunakan program yang sama/berbeda-beda dari satu mesin yang sama pada saat bersamaan di terminal yang sama/berbeda.
4. Multiconsole.
5. Shell yang programmable.
6. Linux juga memiliki antarmuka grafis (GUI) sebagaimana UNIX(TM) System V modern lainnya.
7. Program - program maupun aplikasi-aplikasi networking tersedia dalam SEMUA distribusi Linux (dalam CD atau disket), sehingga tak perlu mencari/membeli/mendownload aplikasi tambahan lagi.
8. Tidak memerlukan perangkat keras yang mahal.
9. Tidak perlu melakukan defragment.
10. Dukungan akses 33 macam sistem file yang berbeda.
11. Fleksibilitas dalam mount. Mount : pemetaan partisi, file, direktori, atau alamat perangkat keras ke dalam memori komputer.
12. Sebagian besar aplikasi yang disertakan dalam distribusi Linux punya lisensi GPL (GNU Public License), sehingga source code juga disertakan dalam setiap distribusi tersebut.
13. Open System Portability.
14. Tersedia Emulator untuk menjalankan aplikasi yang didesain (baca dicompile) untuk Sistem Operasi yang berbeda.
15. Manajemen Log yang baik.
16. Pertambahan Pengguna Linux yang pesat.
17. Remote Control.
18. Rilis Patch yang cepat.
19. Sebagian besar aplikasi Linux mempunyai lisensi GPL (GNU Public License).
20. Meskipun sebagian besar aplikasi Linux berada di bawah lisensi GPL, tetapi ada perusahaan yang memberikan dukungan komersial terhadap Linux, seperti Caldera, Inc.
21. Linux pada dasarnya tak dapat terserang virus.
22. Linux mendukung hampir semua feature yang ada dalam UNIX(TM) komersial.
23. Pemakaian Virtual Memory.
24. Pemakaian Shared Libraries.
25. Tak ada segmentasi memori.
26. Proses Install dan Uninstall yang bersih.
27. Linux dapat dipasang berdampingan dengan Sistem Operasi lainnya, bahkan dalam satu harddisk sekalipun.
Ya! Buat kamu yang belum pernah mencoba menggunakan sistem operasi yang identik dengan logo pinguin ini, ada baiknya untuk tidak mencoba memakainya! Loh? Kenapa? Berikut beberapa alasan untuk tidak menggunakan Linux.
1. Linux itu susah!
Iya itu faktanya. Linux itu susah! Bener-bener susah! Sekali kamu coba memakainya maka akan sulit bagi kamu untuk tidak mengulangi untuk memakainya lagi. Linux bagai candu yang akan membuat pemakainya betah berlama-lama berinteraksi dengannya, dan seringkali memberikan pertanyaan-pertanyaan yang unik dan menarik.
2. Linux itu mainan para hacker!
Buat yang merasa dirinya bukan hacker, sangat disarankan untuk tidak memakai Linux. Mengapa? Iya, karena Linux akan membuat kamu mandiri.
Hmmm… mandiri? Contohnya?
Di Linux, kamu akan menemukan banyak hal baru dan menarik. Kamu akan terus mencoba dan mencoba. Sedikit demi sedikit ‘hack‘ pada sistem operasi ini akan kamu lakukan.
Hack? Iya, hack! Terdengar keren dan begitu geek, bukan? Semua itu legal untuk dilakukan di Linux, karena source codenya dengan mudah dapat kamu peroleh, kamu modifikasi, ubah sana, ubah sini, dan menyebarkannya ulang dengan bebas pula, selama tidak keluar dari ruang lingkup General Public License.
3. Linux itu merugikan!
Pihak-pihak yang mendukung konsep proprietary software tentulah akan merasa dirugikan. Mengapa? Karena bila semakin banyak pengguna Linux (dan open source) tentu lahan bisnis mereka akan semakin tergerus terus dan terus.
Tapi, tidak hanya kerugian dari segi finansial saja yang akan mereka dapat. Melainkan juga ada banyak keuntungan yang akan mereka peroleh, meskipun tidak mereka rasakan secara langsung. Contohnya? Karena software open source tersedia source codenya dengan bebas, maka pengembang software proprietary pun dapat ‘mengintip’ dan ‘mencomot’ beberapa bagian software yang mereka anggap menarik untuk kemudian diintegrasikan ke dalam software komersial mereka.
Duh, contohnya masih kurang nih! Oke… oke… Kita ambil contoh Sun Microsystems dengan software office suite mereka yang ternama, OpenOffice dan StarOffice. Hmmm… ada apa dengan OpenOffice dan StarOffice? Sungguh menarik melihat fenomena yang terjadi di sini. OpenOffice dibangun berdasarkan source code StarOffice, lisensi yang disematkan ke OpenOffice ini bersifat open source yang dikembangkan secara gotong royong dengan komunitas yang tersebar di seantero benua di muka bumi ini. Dari hasil pengembangan OpenOffice, Sun Microsystems kemudian mengambil beberapa bagian kodenya untuk kemudian diintegrasikan ke StarOffice dengan ditambahkan beberapa ‘hasil keringat’ ‘orang dalam’ Sun Microsystems. Lisensi StarOffice sendiri bersifat proprietary. Sebuah hubungan timbal balik yang unik dan saling menguntungkan, bukan?
4. Linux itu jelek dan tidak menarik
Pernyataan itu tidak salah, namun tidak juga benar. Bila kita melihat Linux secara parsial, yakni hanya kernel/intinya saja tentu pernyataan itu dapat dibenarkan. Apa sih yang bisa dilakukan oleh ’seonggok’ kernel? Dan meskipun kernel itu bisa dipakai, apa sih yang menarik dari tampilan command line based dengan background hitam dan teks putih saja?
Namun bila kita melihat Linux secara keseluruhan sebagai satu kesatuan sistem operasi yang komplit, dengan desktop environment dan lingkungan kerja berbasis GUI (Graphical User Interface) yang indah, kemungkinan kamu akan membantah pernyataan itu. Kasih contoh dong! Oke, mari kita tilik sejenak desktop GNOME atau KDE (atau yang lainnya) dengan Compiz enabled dan setting animasi desktop yang maksimal, saya yakin kamu akan takjub melihat keindahannya. Tidak percaya? Silakan berkunjung ke YouTube dan masukkan kata kunci pencarian “compiz desktop”, tonton salah satu video demonstrasinya.
5. Linux itu membingungkan
Amat sangat membingungkan! Itulah perasaan yang akan kamu temui saat pertama kali menatap ‘wajah’ Tux si pinguin ini. Bingung mau memakai distribusi Linux apa, bingung mau pakai software yang mana, bingung untuk menginstal aplikasi apa diantara sekian banyak aplikasi, bingung untuk memilih desktop environment (GNOME, KDE, Xfce, dsb), dan banyak kebingungan-kebingungan lain yang mungkin akan kamu jumpai.
Semua itu wajar. Di dunia Linux dan open source, freedom is the will. Saking beragamnya kebebasan yang ditawarkan, maka tidaklah mengherankan bila perkembangan Linux dan software open source pada umumnya dapat dibilang pesat.
Belum lagi ditambah dengan kebingungan mau bertanya kepada siapa bila nantinya kamu menemui kendala yang serius dikarenakan saking banyaknya LUG (Linux User Group) baik yang bertaraf lokal maupun internasional yang siap membantu menyelesaikan masalah yang kamu temui.
7. Linux itu mahal
Benar sekali! Linux itu mahal! Karena kamu ‘kemungkinan’ akan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mendapatkannya. Iya! Semahal satu dua keping CD/DVD blank untuk ‘membakar’ salinan/ISOnya.
Juga untuk membayar koneksi internet (bila ada) atau CD/DVD repository (paket software dalam CD/DVD). Kita ambil contoh DVD repository Ubuntu yang dijual di berbagai toko online, harganya berkisar antara 50.000 s.d 100.000 rupiah! Dudududu… mahal sekali…
Setuju! Mahal sekali biaya yang harus dikeluarkan demi mendapatkan tambahan paket software free dan open source berkualitas yang super lengkap dan super banyak! Coba bandingkan dengan harga satu lisensi sistem operasi proprietary yang harganya berkisar diatas US$ 100 atau harga lisensi untuk satu software proprietary yang harganya bervariasi mulai dari US$ 19.99 hingga ratusan dollar! Ah, jauh sekali perbedaannya. Linux memang mahal.
Ubuntu, melalui program shipitnya menawarkan pengiriman CD Ubuntu gratis ke seluruh penjuru dunia. Namun tidak sepenuhnya gratis! Melainkan mesti membayar ’semacam pajak yang entah terang atau gelap’ ke Kantor Pos, yang biayanya berkisar antara 5000 s.d 7000 rupiah. Mahalnya…
8. Linux itu membodohkan
Maksudnya?
Begini, betapa ‘bodoh’nya ‘orang-orang itu’, sudah capek-capek membuat program eh… kok malah diberikan begitu saja kepada orang lain, berikut source codenya pula! Tanpa meminta imbalan apa-apa! Logis nggak sih?
Melalui tindakan yang ‘bodoh’ itu, para programmer dan mereka yang berkecimpung di dunia open source telah berkontribusi yang tidak sedikit demi kemanusiaan dan perkembangan teknologi informasi untuk masa kini dan masa yang akan datang.
Melaui ‘kebodohan’ mereka pula, perkembangan software open source akan semakin cepat karena akan ada banyak orang yang turut berpartisipasi dalam mencari bugs yang mungkin ada untuk kemudian diperbaiki dan dioptimasi serta ditingkatkan fitur-fiturnya.
9. Linux itu berdosa
Ya, ‘berdosa’ kepada pengembang software proprietary karena tidak memberikan ‘pemasukan’ ke ‘kantong’ mereka dikarenakan software proprietary buatannya mendapatkan saingan dari software open source yang lebih murah, halal, dan legal dengan fitur yang tidak kalah (bahkan melebihi fitur-fitur yang ada pada software proprietary tersebut).
10. Linux itu menyedihkan
Sangat menyedihkan malah, bagaimana mungkin sistem operasi dengan usia yang relatif muda ini mampu berkembang pesat seperti sekarang ini, bahkan berani menghadapi sistem operasi proprietary yang telah dikembangkan jauh sebelumnya dan memiliki pangsa pasar yang tidak sedikit di seluruh dunia.
Bila dulu, banyak pihak yang meramalkan IBM OS/2 adalah sistem operasi masa depan, namun kenyataannya sekarang sungguh berbeda, OS/2 telah ‘down’ (bila tidak ingin dikatakan ‘mati’). Mari kita lihat bagaimana perkembangan Linux beserta software-software open source lainnya beberapa tahun kedepan.
—
Yup, diatas adalah beberapa alasan yang cukup logis untuk tidak memakai Linux. Sekarang terserah kepada kamu, masih mau memakai Linux?
—
Catatan:
- Tulisan diatas hanyalah sebuah pemikiran bodoh dari penulis yang hanya seorang lamer yang tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa. Mohon maaf bila ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan di hati para pembaca dan kepada Allah SWT penulis mohon ampun.
- Inspirasi yang mendasari penulisan artikel nyeleneh ini: http://ndorokakung.dagdigdug.com/2009/01/27/jangan-percaya-enda-nasution/
Haiku apaan itu? Ternyata di dunia ini tidak hanya ada Linux, Windows maupun Mac OS tetapi ada juga namanya Haiku yang dapat menjadi alternatif engine untuk komputer kita. Haiku ini adalah sistem operasi yang saat ini masih dalam pengembangan untuk komputer desktop. Terinspirasi dari BeOS, Haiku inin menyediakan pengguna dari semua level suatu pengalaman personal computing yang sederhana tapi canggih dan bebas dari kompleksitas yang tidak perlu.
Be OS memperkenalkan konsep progresif dan teknologi yang mewakili idealitas dari komputer dekstop. Haikut akan menjadi realisasi konsep-konsep ini dan teknologi dalam bentuk sistem operasi yang open source dan gratis.
Haiku dibuat sebagian besar oleh sukarelawan di dunia pada waktu senggang. Pengembangan Haiku dipimpin oleh Haiku Inc, perusahaan non-profit yang dibangun oleh project leader sebelumnya yaitu Michael Phipps.
Saat ini Haiku dapat dijalankan di sistem AMD dan Intel 32 bit saja.
Yang cukup menarik, Haiku juga mendukung Flash ![]()
Screenshot Haiku:



Anda dapat mendownload Haiku di :
http://www.haiku-os.org/downloads
Anda juga dapat menemukan berbagai aplikasi software untuk Haiku di:
http://www.haikuware.com

Ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh OS semacam Windows dan MacOS.
Dan sebaliknya, Linux bisa melakukannya, bahkan tanpa software tambahan apapun dari pihak ketiga.
Beberapa hal yang tidak bisa dilakukan Windows dan MacOS tetapi bisa dilakukan oleh Linux dibawah ini diambil dari ubuntuforums.org.
* Meng-upgrade ke versi baru secara sah tanpa membayar biaya upgrade
* Memiliki versi baru yang lebih ringan dan jalan lebih cepat daripada versi lama dengan hardware yang sama.
* Mudah menginstall dan menjalankan interface grafis berbeda (saya mencoba mencoba LiteStep dan beberapa pilihan Windows, tidak berjalan mudah, maaf buat penggila Windows)
* Menginstall dua puluh program dengan satu baris perintah
* Membuat system menjalankan semua update otomatis untuk semua program terinstall.
* Menginstall copy distro yang sama pada partisi lain tanpa batasan lisensi atau activation key
* Highlight untuk mengkopi dan klik tombol tengah mouse untuk mem-paste
* Alt+klik untuk menyeret (drag) window
* Mampu merubah tampilan desktop tanpa membayar software pihak ketiga seperti window blinds
* Virtual Desktop (ok, Mac baru saja menambahkannya. Kita memilikinya sejak awal)
* Menjalankan sistem operasi yang tidak meng-corrupt file, tidak terbiasa crash atau menjadi korban virus setiap 30 detik.
* Bisa menginstall atau meng-uninstall apapun, sekalipun program itu bawaan system (translator: pernahkan kita benar-benar menguninstall IE, Outlook, Media Player atau Explorer?)
* Memperbaiki bugs, menambah/mengurangi fitur program selain yang ditawarkan oleh pembuat aslinya.
* Yang saya suka dari Ubuntu adalah, sesaat setelah saya logon, saya diberitahu update manager tentang updates yang tersedia, yang kemudian jika saya mau, mendownload dan mengupdate system yang memberikan fungsionalitas yang lebih baik dan fitur baru tanpa biaya tambahan – bukan sekedar update keamanan untuk sistem operasi yang memiliki lubang keamanan lebih banyak dari lubang keju swiss.
* Meng-kompilasi sistem untuk kecepatan.
* Mengupdate system tanpa restart.
* Mengedit file teks biasa untuk merubah semua opsi system anda. Sedangkan Windows atau OS X tidak akan mengijinkan anda melihatnya.
* Menjalankan OS tanpa GUI (translator: bukan DOS dodol!)
* Melihat semua program yang terinstall (translator: bukan program eksternal saja) dan melihat apa saja yang memiliki update
* Membuka file yang didownload tanpa takut membahayakan sistem
* Mencoba aplikasi, lalu membuangnya, tanpa menyisakan jejak apapun pada sistem
* Lebih bisa dikustomasi, hampir dalam segala aspek OS
* Mengijinkan dual boot dengan sistem operasi atau distro lain. Tidak menuntuk partisi jenis tertentu (bisa primary/logical)
* Waktu instalsi lebih singkat dengan jumlah aplikasi yang lebih banyak dan lengkap (translator: install, langsung membuat pdf, bisa!, tidak perlu ambil download ini, install itu lagi)
* Memiliki banyak desktop environment yang bisa dicoba
* Harganya Rp 0,- kecuali untuk ongkos download atau kirim.
* Meng-kustomasi PC saya, sampai hancur, kemudian mengembalikannya ke default dengan beberapa klik
* Seluruh OS, GUI, Office, dan aplikasi lain muat dalam satu CD 700Mb dan saya bisa memberikannya kepada siapapun setelah instalasi
* Menginstall update dan program tanpa reboot
* Multiple desktop tanpa program ketiga (translator: ada program yang menawarkan virtual desktop di Windows, ini bukan virtual desktop sesungguhnya, karena menggunakan proses yang sama)
* Recycle bin applet di panel (taskbar)
* Menjalankan program di background
* Banyak pilihan shell, tidak hanya command.com!
* Membuka atau mengedit file di trash (recyle bin) tanpa harus merestore
* Package manager
* Anda tidak bisa membuat turunan OS tanpa bersinggungan dengan hak-hak legalitas
* Sistem I/O disk tidak menggunakan semua resource system (coba melakukan apapun ketika melakukan pencarian di XP)
* Tidak menuliskan 25-digit product key
* Menginstall ratusan bahkan ribuan komputer hanya dengan ongkos seharga CD-R
* Menggunakan cp -a untuk meng-copy, mem-backup, me-replikasi seluruh sistem
* Bisa mendapatkan source code program dan merubah cara kerjanya
* Linux bisa me-mount file image tanpa software ke tiga (translator: sekedar mount -o loop saja)
* Repository software yang terpusat
* Login sebagai normal user (tanpa root privileges), dan tidak membahayakan sistem
Tulisan ini adalah terjemahan dari artikel berjudul What you can do in Linux that you can’t in Windows or Mac
dengan perubahan seperlunya di sana-sini.
Writen by Day
Permalinks: Linux Bisa, Windows dan MacOS Tidak Bisa
WUBI (Windows based UBuntu Installer) adalah salah satu metode untuk menginstall Ubuntu (atau distro turunannya) langsung di dalam Windows dengan mudah tanpa perlu membuat partisi khusus untuk instalasi Linux.

Latar Belakang ¶
Windows adalah salah satu sistem operasi yang populer. Banyak pengguna Windows di Indonesia. Walaupun banyak orang yang mengenal linux sebagai sistem operasi, tapi mereka mendapatkan masalah dalam instalasi. Dengan menggunakan Wubi, permasalahan tersebut dapat diatasi karena kemudahannya dalam menginstall BlankOn / Linux Berbasis Ubuntu lainnya di komputer yang berbasis Windows.
tiga alasan utama mengapa virus tidak berkembang di Linux:

1. Secure default install: closed services.
Sebagian besar default instalasi distribusi Linux tidak mengaktifkan servis yang membuka port di komputer. Misalnya Ubuntu, secara default distribusi ini tidak mengaktifkan SSH server. Karena tidak diaktifkan, tidak ada default listening port yang terbuka.
2. Secure default install:
non-admin default access. Walaupun user tersebut memiliki hak admin, secara default hak aksesnya adalah non-admin. Jika membutuhkan hak akses admin, tinggal menjalankan perintah “sudo”. Dengan cara ini, proses yang membutuhkan hak admin harus menyertakan interaksi dengan user.
3. Application-level firewall.
Ini adalah firewall yang mengatur aplikasi apa saja yang boleh mengakses jaringan. Di beberapa distribusi Linux, hal ini mulai disertakan secara default.
from CHIP 2009-03
seng-iseng ngerangkum versi ubuntu beserta code name-nya plus gambar hewan dari code name tersebut mulai dari versi pertama (4.10) yang dirilis sekitar bulan Oktober tahun 2004 sampai versi kesebelas (9.10) yang akan dirilis sekitar bulan Oktober tahun 2009.
bagi yang ngoleksi cd ubuntu gak terasa udah bikin kebun binatang mini, soale nama versi ubuntu diambil dari nama hewan yang terdiri atas 2 kata yakni nama hewan dan kata sifat dari hewan tersebut, misalnya aja Hoary Hedgehog yang artinya kurang lebih landak tua (beruban) CMIIW, kalo versi ubuntu seperti yang telah kita tahu adalah diambil dari angka bulan dan tahun rilis ubuntu.
ini dia versi ubuntu sampai dengan versi 9.10 :
no. versi code_name
1. 4.10 Warty Warthog


3. 5.10 Breezy Badger

4. 6.06 Dapper Drake (LTS 5 years)

5. 6.10 Edgy Eft

6. 7.04 Feisty Fawn

7. 7.10 Gutsy Gibbon

8. 8.04 Hardy Heron (LTS 5 years)

9. 8.10 Intrepid Ibex

10. 9.04 Jaunty Jackalope

11. 9.10 Karmic Koala

sumber:
- https://wiki.ubuntu.com/DevelopmentCodeNames
- http://images.google.co.id/
- http://heru.staff.ugm.ac.id/?p=2
Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasiskan pada Debian. Proyek Ubuntu disponsori oleh Canonical Ltd (perusahaan milik Mark Shuttleworth). Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan. “Ubuntu” berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti “rasa perikemanusian terhadap sesama manusia”. Ubuntu juga bisa berarti “aku adalah aku karena keberadaan kita semua”. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak.
Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.
Komunitas Ubuntu dibentuk berdasarkan gagasan yang terdapat di dalam filosofi Ubuntu:
- bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya
- bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan
- bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary); bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.
screenshot

dari http://id.wikipedia.org
Ada kabar bagus buat siapapun yang sering selalu online, apalagi sering bepergian. Anda bisa memiliki sistem operasi yang tidak perlu dibawa-bawa dan semua file yang anda simpan akan selalu ada disana.
Yang anda perlukan hanyalah sebuah web browser saja. Maka anda bisa mengakses data anda dari mana saja dan melakukan pekerjaan seperti layaknya di OS anda sendiri.
EyeOS adalah “sistem operasi” dengan konsep OS untuk mata. Enak dilihat dan bisa digunakan. EyeOS sebenarnya adalah aplikasi berbasis php yang berjalan di web server. Singkatnya, EyeOS adalah Web Operating System.
Hanya tiga hal saja yang dibutuhkan untuk menjalankan EyeOS. PHP5, PHP enabled web server (misalnya apache2), dan web browser sebagai client, misalnya Firefox.
Pada default instalasinya, EyeOS menyuguhkan:
- Desktop yang cantik
- File Manager
- Office Suite
- Game (EyeChess)
- System Administration Panel
- Dan sebagainya
Sumber: linuxindo.web.id
1. Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka. Sehingga dapat dikatakan, tidak terdapat biaya lisensi untuk membeli atau menggunakan Linux.
2. Linux mudah digunakan. Dulu, Linux dikatakan merupakan sistem operasi yang sulit dan hanya dikhususkan untuk para hacker. Namun, kini, pandangan ini salah besar. Linux mudah digunakan dan dapat dikatakan hampir semudah menggunakan Windows.
3. Hampir semua aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat alternatifnya di Linux. Kita dapat mengakses situs web Open Source as Alternative untuk memperoleh informasi yang cukup berguna dan cukup lengkap tentang alternatif aplikasi Windows di Linux.
4. Keamanan yang lebih unggul daripada Windows. Dapat dikatakan, hampir semua pengguna Windows pasti pernah terkena virus, spyware, trojan, adware, dsb. Hal ini, hampir tidak terjadi pada Linux. Di mana, Linux sejak awal didesain multi-user, yang mana bila virus menjangkiti user tertentu, akan sangat sangat sangat sulit menjangkiti dan menyebar ke user yang lain. Pada Windows, hal ini tidaklah terjadi. Sehingga bila dilihat dari sisi maintenance / perawatan data maupun perangkat keras-pun akan lebih efisien. Artikel yang menunjang argumen ini:
5. Melindungi Windows dari serangan virus dengan menggunakan Linux.
6. Linux relatif stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti. Linux, yang merupakan varian dari UNIX, juga mewarisi kestabilan ini. Jarang ditemui, komputer yang tiba-tiba hang dan harus menekan tombol Ctrl-Alt-Del atau Restart untuk mengakhiri kejadian tersebut. Sehingga, tidaklah mengherankan bila Linux mempunyai pangsa pasar server dunia yang cukup besar. Dari hasil riset IDC, pangsa pasar server dunia yang menggunakan Linux pada tahun 2008 akan mencapai 25,7 % (dapat dibaca di eweek.com).
7. Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backward-compatibilty). Perangkat keras (hardware) yang telah berusia lama, masih sangat berguna dan dapat dijalankan dengan baik di atas Linux. Komputer-komputer yang lama ini tidak perlu dibuang dan masih dapat digunakan untuk keperluan tertentu dengan menggunakan Linux (sebagai penunjang informasi dapat membaca artikel “Don’t Throw That Old PC Away–Give It New Life with Linux“). Selain itu, tidak pernah ditemui dokumen-dokumen yang lebih baru tidak dapat dibaca pada Linux versi yang lebih lama. Pada Windows, kita seakan dituntut untuk terus mengikuti perkembangan perangkat keras. Sebagai contoh, beberapa bulan lalu, telah dirilis Windows Vista. Beberapa dokumen yang dibuat dalam Windows Vista tidak dapat dibuka dalam Windows XP. Sehingga, mau tidak mau, kita harus beralih ke Windows Vista, dan itu berarti meng-upgrade atau membeli perangkat keras (hardware) baru yang lebih bagus (perangkat keras minimum Windows Vista dapat dilihat Microsoft.com). Atau, bisa jadi ada aplikasi-aplikasi yang dibuat beberapa tahun yang lalu tidak dapat dibuka lagi di Windows Vista, karena sudah tidak didukung lagi oleh Microsoft.
dari http://www.acehforum.or.id/kelebihan-linux-t23347.html
dengan sedikit perubahan


































